RAFTING

Rafting atau arung jeram adalah salah satu dari empat divisi yang ada di IMPALA UB yang medianya adalah sungai.

Di Indonesia, rafting sesungguhnya sudah ada sejak dahulu kala. Penduduk telah memanfaatkan rakit sebagai sarana menyeberang sungai atau untuk mengarungi sungai dari hulu gunung atau pedalaman menuju hilir atau muara tempat pemusatan kegiatan-kegiatan yang lebih besar. Dewasa ini, keinginan serta kesenangan manusia semakin meningkat kompleks, khususnya dalam memanfaatkan alam. Kegiatan yang sekedar angkutan konvensional berkembang menjadi kegiatan pemenuhan keinginan dan kesenangan manusia untuk berpetualang atau untuk lebih dekat dengan alam. Sarana berarung jeram meningkat dari sekedar rakit rangkaian bambu menjadi perahu karet yang menggunakan alat dan saran yang lebih canggih.

Sejak dipopulerkan di Amerika Serikat pada awal tahun 1970an menjadi kegiatan dan gaya hidup, baik sebagai wahana penelitian ataupun rekreasi, arung jeram kemudian mewabah ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, olah raga ini masuk sejak ada relly Sungai Citarum oleh Wanadri.