CAVING

Caving atau penelusuran gua adalah salah satu dari empat divisi yang ada di IMPALA UB yang medianya adalah Gua.

Menurut R.K.T.Ko (Speleologiawan) gua adalah “Setiap lubang di bawah tanah baik terang maupun gelap, luas maupun sempit, yang terbentuk melalui sistem percelahan, rekahan atau aliran sungai yang kadang membentuk suatu lintasan aliran sungai bawah tanah.”

Tidak ada catatan resmi kapan manusia mulai menelusuri gua. Berdasarkan peninggalan-peninggalan, berupa sisa makanan, tulang belulang, dan juga lukisan-lukisan, dapat disimpulkan bahwa manusia sudah mengenal gua sejak ribuan tahun yang lalu. Menurut catatan yang ada, penelusuran gua dimulai oleh John Beaumont, ahli bedah dari Somerset, Inggris (1674). Ia seorang ahli tambang dan geologi amatir, tercatat sebagai orang pertama yang menelusuri sumuran (potholing) sedalam 20 meter dan menemukan ruangan dengan panjang 80 meter, lebar 3 meter, serta ketinggian plafon 10 meter. Ia melaporkan penemuan ini pada Royal Society, Lembaga Pengetahuan Inggris. Sedangkan orang yang paling berjasa mendeskripsikan gua-gua antara tahun 1670-1680 adalah Baron Johann Valsavor dari Slovenia. Ia mengunjungi 70 gua, membuat peta, sketsa, dan melahirkan buku setebal 2800 halaman.