Forttaging Vs. Us

Diantara keseruan rafting dan pengarungan sungai terdapat satu kegiatan yang penuh rintangan yang harus dilewatin oleh tim pengarung sungai. Rasa lelah karna mendayung perahu? Bukan. Ketelen air sungai yang coklat itu? Bukan. Briefing – Evaluasi yang memakan waktu? Salah. Perjuangan dalam pengarungan terjadi saat melakukan porttaging. Jadi apaan sih porttaging itu?

Porttaging adalah usaha untuk memindahkan perahu karet yang segede gaban (it’s true!) dengan cara mengangkatnya diatas kepala. Dengan berat perahu karet yang berkisar antara 70-100 kg sudah barang tentu bukan suatu hal yang mudah dalam memindahkan perahu karet tersebut ke tepian sungai. Kegiatan ini dilakukan oleh 2-3 orang, oleh karena itu portaging sering disebut sebagai salah satu menu latihan terbaik untuk melatih otot kepala dan leher para rafter saat keluar lapang.

Orientasi Lanjutan (Orlan) pertama divisi Olahraga Arus Deras Impala UB lalu, dilakukan di Sungai Brantas Desa Kendalpayak selama 2 hari, dengan setiap harinya dilakukan 2 kali pengarungan. Dari tiap pengarungan tersebut dilakukan porttaging sebelum pengarungan (mindahin perahu dari kendaraan ke tepian sungai) dan sesudah pengarungan (mindahin perahu dari sungai ke kendaraan). Sehingga kalau menggunakan operasi penjumlahan dan perkalian matematika didapatkan bahwa orientasi lanjutan kemarin membuat kami melakukan 8 kali porttaging. Muantap!

Meskipun sudah berdamai dengan porttaging pertama yang telah kami lakukan saat pengarungan pertama di masa orientasi umum 4 bulan yang lalu, rasanya melakukan porttaging masih begitu teringat di pikiran kami. Dimana sempat perahu oleng ke kanan dan ke kiri. Bahkan terdapat beberapa teman kami yang tidak kuat dan sangat kelelahan. Akan tetapi, kami diajarkan apabila sesuatu dikerjakan dengan kemauan yang kuat, segala tantangan yang terlihat impossible (tidak mungkin) akan berubah menjadi im ’possible (mungkin).

Porttaging bukan hanya dilakukan saat kita akan keluar masuk tepian sungai ataupun starting point pengarungan saja loh, akan tetapi porttaging juga sering dilakukan pada berbagai keadaan tertentu. Sebagai contoh pada saat terdapat pendangkalan sungai sehingga tidak memungkinkan untuk mendayung, terdapat penyempitan sungai, jalur terhalang pohon yang rubuh, atau pun ada air terjun di depan hingga sungai dianggap memiliki jeram yang unrunable atau bisa dikatakan tidak bisa diarungi.

Walaupun kegiatan ini sangat melelahkan, akan tetapi porttaging sangat berguna jika kita melihat dari tujuan dan fungsinya. Oleh karena itu kita dilatih untuk bisa dan kuat dalam porttaging sesering mungkin, karna pada saat pengarungan berikutnya, kita tidak akan tau kondisi sungai akan menjadi seperti apa dan membuat kita tidak tau harus melakukan porttaging seberapa banyak. Karena karakter dan kondisi sungai cenderung berubah-ubah tergantung musim dan keadaan di sekitarnya. Ada kalanya dimana permukaan sungai menjadi naik dan membuat arus menjadi sangat deras sehingga kita harus sangat berhati-hati dalam melewati jeram, dan ada kalanya permukaan sungai tiba-tiba turun sehingga beberapa titik tidak bisa dilewati dikarenakan pendangkalan.

Lelahnya porttaging tentu saja akan terbayar dengan sensasi keseruan yang didapat saat perahu melewati jeram serta standing wave yang membuat perahu terasa seperti terombang ambing di tengah sungai, Basah-basah karna tenggelam adanya materi flip-flop perahu, melihatt burung elang liar yang ada diranting pohon, dan masih banyak lagi keseruan lain yang kalau disebutkan akan menjadi sebuah cerita yang tidak akan ada habisnya.

 

M. Catur Putra (Anggota Muda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *