Bahaya – Bahaya Dalam Penelusuran Gua

Caving bukan petualangan alam bebas populer yang terkenal di kalangan masyarakat umum layaknya kegiatan mendaki gunung atau panjat tebing. Jika daki gunung atau panjat tebing membawa kamu untuk melihat pemandangan indah dari tempat-tempat tinggi, caving akan membawamu menelusuri lorong-lorong sempit di bawah tanah untuk menikmati keindahan alam yang berbeda dengan kegelapan abadi yang tersimpan di dalam perut bumi.

Definisi gua itu sendiri adalah sebuah lubang alami di tanah yang cukup besar dan dalam. Gua memiiki sifat yang khas dalam mengatur suhu udara yang di dalamnya, yaitu pada saat udara diluar panas maka didalamya akan terasa sejuk begitu juga sebaliknya. Sifat tersebut yang menyebabkan gua di gunakan sebagai tempat berlindung ratusan tahun yang lalu. Bentukan alam yang berada di gua terbentuk dalam kurun waktu ribuan tahun, sehingga diperlukan kesadaran untuk tidak merusak dan memindahkan hal-hal yang berada di gua tanpa tujuan yang jelas dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Wajib bagi penelusur gua untuk mengetahui dan mempelajari gua sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada gua itu sendiri. Sebagai penelusur gua untuk menjaga lingkungan yang berada di gua untuk tidak menggangu habitat yang ada di dalamnya.Menelusuri gua adalah hal yang sangat menyenangkan, karena kita bisa belajar banyak hal yang ada di dalam gua. Banyak dekorasi-dekorasi indah yang ada didalam gua yang biasa kita sebut dengan ornamen gua. Contoh ornamen gua yaitu Stalagtit, Stalagmit, Pilar gua, Flowstone, Gourdam, Soda Straw, Tirai gua dll. Ada juga kehidupan-kehidupan di dalam gua yang jarang ditemui di daratan contoh habitat kelelawar, kala cemiti, kepiting albino dsb.

Sebelum menelusuri gua anda harus memerhatikan bahaya apa saja yang terjadi jika anda berada didalam gua. Bahaya penelusuran gua dibagi dalam 2 faktor yaitu bahaya bagi penelusurnya dan bagi gua itu sendiri ( Antroposentris dan Speleosentris ). Antroposentris adalah bahaya yang diakibatkan kecerobohan penelusur gua itu sendiri. Contoh terpeleset, tenggelam, tersesat, kedinginan (hypotermia), keruntuhan atap dan dinding gua, kekurangan air (dehidrasi), dsb. Sedangkan Speleosentris adalah bahaya terhadap gua yang disebabkan oleh manusia / penelusur gua / istilah kerennya adalah caver.

Kecelakaan lain yang sering terjadi adalah keracunan / kekurangan oksigen (hipoksia). Adapun tanda-tanda kadar oksigen:

  1. 20 % : udara normal 4. 12 % : Hipoksia serius
  2. 16 % : lilin tidak menyala 5. 8-10 %: lampu senter tidak menyala
  3. 15 % : Pada raut muka terdapat gejala hipoksia 6. 7-8 % : Kesadaran menurun drastis

(Sumber : Makupella 2009)

Kekurangan oksigen biasanya terjadi di lorong-lorong sempit, ducking, juga sump. Semakin jauh dan dalam kita menelusuri gua semakin tinggi pula resiko kita kekurangan oksigen didalam gua. Namun dibalik semua bahaya yang ada dalam penelusuran gua ada banyak alasan mengapa anda harus menelusuri gua. Anda bisa menikmati gelap abadi didalam gua, melihat ornamen-ornamen gua yang sangat indah, Melihat hewan-hewan yang menjadi ciri khas di dalam gua seperti kelelawar, Belajar mengendalikan diri dan ego, Belajar kerjasama dan saling menjaga satu sama lain, dll.

Namun sebagai Penelusur gua harus diingat bahwa kegiatan penelusuran bagaimanapun juga akan memberikan dampak negatif seperti memberikan kerusakan terhadap gua itu sendiri. Kerusakan yang biasa terjadi biasanya dapat berupa rusaknya ornamen-ornamen yang ada di dalam gua, terganggunya kehidupan biota yang ada di dalam gua dsb. Dan kita sebagai penelusur harus mengingat bahwa di gua hanyalah untuk belajar dan penelitian bukan hanya untuk bermain-main yang berpotensi merusak kehidupan di gua tersebut.

Penulis : Rizky Wahyu (Anggota Muda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *