IMPALA UB Mengajak Masyarakat Bumiaji Menjaga Mata Air

Ketua Umum IMPALA UB menyerahkan peta persebaran mata air Kecamatan Bumiaji ke Kepala Camat Bumiaji

Rabu kemarin (14/11/2018), tim peneliti dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya (IMPALA UB) memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan September-Oktober. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada Masyarakat Kota Batu, khususnya Kecamatan Bumiaji, bagaimana kondisi mata air mereka saat ini.

Berada di bawah pendopo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, kegiatan sosialisasi yang bertema ‘Bersama-sama Menjaga Sumber Mata Air yang Berkelanjutan’ ini tidak hanya dihadiri oleh perwakilan setiap desa dan Karang Taruna, tetapi juga oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR, dan perwakilan DPRD Kota Batu, Bapak Khudori.

Sejumlah 51 titik sumber mata air yang berada di Kecamatan Bumiaji telah diteliti oleh IMPALA UB. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan 17 titik sumber mata air yang ternyata tidak sesuai dengan PP No 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, dan PP No. 38 rahun 2011 tentang Sungai yang menyatakan bahwa kawasan mata air adalah kawasan perlindungan setempat dan harus dilindungi dalam kisaran radius sempadan mata air yang berjarak 200 (dua ratus) meter.

Oleh karena itu, tim peneliti IMPALA UB menghimbau masyarakat maupun pemangku kepentingan untuk membuat sumur resapan di sumber-sumber mata air tersebut. Karena dengan adanya bangunan permanen di radius 200 meter tentunya mengurangi kapasitas resapan dan daya tampung mata air itu. Hal ini juga pernah dilakukan di salah satu mata air di Jawa Barat dengan kasus serupa dan terbukti berhasil meningkatkan debit mata air.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Asosiasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) ini mengahadirkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur sebagai pembicara untuk menjelaskan bagaimana peran masyarakat dalam menjaga kelangsungan sumber mata air.

Kurang lebih 60 peserta forum yang hadir saat itu nampak antusias dalam menyimak hasil penelitian IMPALA UB serta materi tentang konservasi mata air dari Walhi Jawa Timur.

“Harapannya penelitian dari kami ini dapat menjadi trigger bagi penelitian-penelitian selanjutnya agar semakin banyak orang yang peduli terhadap mata air,” terang Lius Alviando selaku Ketua Pelaksana sekaligus tim peneliti.

“Sekarang bukan lagi saatnya saling menyalahkan atas apa yang terjadi pada mata air kita, tapi saatnya untuk saling bersinergi dan bersama-sama menghidupkan kembali mata air tersebut,” pungkasnya.

 

Penulis: Raihan M. Suwanto (NIM.2017614/IMP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *