WELIRANG YANG TAK PERNAH PADAM

Apakah pernah terlintas dalam pikiran teman-teman kerabat petualang mengapa mendaki gunung yang aktif mempunyai rasa menantang tersendiri? Namun dibalik rasa menantang tersebut terdapat pesona  keindahan yang tak bisa diukir dengan kata-kata. Salah satunya kegagahan gunung Welirang yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Welirang, sesuai dengan namanya dalam bahasa jawa yang berarti belerang termasuk gunung berapi yang masih aktif. Terlihat dari asap kawahnya  yang terus melambung ke udara, gunung ini masih termasuk dalam satu barisan pegunungan dengan gunung Arjuno. Sepanjang jalur menuju puncak, gunung ini memiliki keindahan yang tiada duanya mulai dari pemandangan daerah perkebunan, hutannya yang lebat, hingga jalur menuju puncak yang memiliki kekayaan batu kuning belerang.

Gunung welirang ini bukan gunung yang senang menyendiri, dia memiliki tetangga yang biasa disebut gunung kembar 1, gunung kembar 2, dan saingannya yaitu Arjuno. Maka dari itu kompleks pegunungan ini dinamai dengan nama Arjuno-Welirang. Jadi kerabat petualang sekalian bisa menikmati sekaligus keindahan dari 3 puncak tersebut. Yang masing-masing bisa di tempuh dari berbagai jalur, yaitu Lawang-Malang, Selecta-Batu, atau Tretes. Masing-masing jalur memiliki keindahan dan tantangan tersendiri yang akan dihadapi. Tetapi berdasarkan omongan para pendaki, ternyata jalur tretes menjadi jalur favorit untuk melakukan pendakian menuju Welirang ataupun Arjuno

Di sepanjang jalan menuju puncak, kita harus berjuang melewati trek bebatuan yang membuat telapak kaki panas dan pegal karena harus berpijak di tanah yang didominasi pasir vulkanik dan batuan kerikil abu-abu khas gunung aktif. Kita bisa menemukan uap panas yang keluar dari tanah  ataupun batuan di sepanjang jalur, lumayan bisa untuk menghangatkan hati dari kerabat petualang yang sudah mulai membeku. Tidak hanya itu, saat di puncak kita pun bisa melihat luapan asap belerang yang mengangkasa nan sangat gagahnya, ini yang menyaingi keindahan Jogring Saloko dari Mahameru yang muncul sesaat terus hilang.

Dibalik pesona keindahan Gunung Welirang, gunung ini juga menjadi tempat mencari nafkah oleh masyarakat sekitar, salah satunya yaitu dari tambang belerangnya. Terdapat puluhan lubang solfator penghasil belerang yang bertebaran di gunung ini, dengan sigap dan cekatannya para penambang terus menggali dan mencari belerang. Gunung welirang ini termasuk penghasil belerang terbesar di Indonesia. Dari berbagai informasi para penambang bisa menghabiskan waktu sekitar 1 minggu untuk mendapat hasil tambang yang sesuai target. Lalu kemudian di setorkan ke koperasi yang bernama RAKSA di daerah Pecalukan, sebagai penampung dan pemasaran belerang.

Itulah keindahan yang sangat membuat hati bergetar jikalau kerabat petualang menggali lebih dalam lagi tentang rahasia dibalik Gunung Welirang, dari mulai keindahan Flora dan Fauna, Pemandangan gugusan punggungan Arjuno-Welirang, dan kawah Belerang yang tak pernah padam di Gunung ini. Semoga kerabat petualang yang membaca ini bisa tertarik dan mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan untuk tanah air ini melalui keindahan-keindahan ciptaannya. Salam Kerabat Petualang.

 

[Rizeki Adika Kane (Anggota Muda)]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *