YOUR OWN WAY, YOUR OWN RULES!!!

Panjat tebing merupakan olahraga minat khusus yang sedang naik daun. Olahraga ini memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari tingkat kesulitan yang beragam hingga ketinggian tebing yang  memacu adrenalin. Banyak lokasi panjat tebing saat ini yang sudah mulai populer. Pada tebing-tebing tersebut ada jalur-jalur yang sudah tersedia dan memiliki pengaman yang terpasang atau biasa disebut hanger.

Salah satu contoh lokasi yang sudah cukup populer terutama di kalangan pemanjat tebing Malang adalah Tebing Lembah Kera yang terletak di Desa Gampingan, Kec. Pagak, Kab. Malang.  Salah satu faktor kepopuleran tebing ini adalah banyaknya jalur yang sudah dibuat oleh para pembuat jalur terdahulu. Mulai dari jalur sport, traditional, hingga multi-pitch sudah tersedia di sana.

Pembuatan jalur sendiri memiliki keseruan yang berbeda. Pembuatan jalur bisa dilakukan dengan cara bottom to top atau top to bottom. Khusus bagi pemula disarankan menggunakan cara bottom to top. Alat-alat juga tidak bisa disepelekan ketika melakukan pembuatan jalur. Alat utama adalah bor. Ada dua jenis bor yang bisa digunakan, yang pertama adalah bor manual yang relatif murah dan ringan namun memakan waktu yang cukup lama ketika melakukan proses pengeboran, yang kedua adalah bor listrik yang memiliki bobot berat dan memiliki harga relatif mahal namun lebih cepat pada proses pengeboran. Alat selanjutnya adalah alat sisip berupa friend,chock,hexentrik,phyton yang berguna saat melakukan pemanjatan traditional khusus pembuatan jalur bottom to top. Sedangkan top to bottom memerlukan alat rigging guna dipasang di atas jalur sehingga pembuat jalur hanya melakukan descending pada tali statis sambil melakukan pengeboran yang terpasang dan tidak perlu melakukan pemanjatan traditional terlebih dahulu. Alat terakhir adalah hanger dan trubolt yang menjadi pengaman setelah jalur berhasil dibuat.

Ada berbagai peraturan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembuatan jalur panjat. Yang pertama adalah material pengaman harus terbuat dari galvanis secara keseluruhan, tidak boleh dicampur dengan material stainless karena akan menyebabkan karat pada pengaman. Pemasangan pengaman harus 90o mengikuti bentukan tebing. Peraturan selanjutnya adalah jarak antak pengaman kurang lebih 2 meter. Proses pengeboran trubolt juga memiliki kedalaman minimal 10 cm. Hal terakhir adalah bentukan tali ketika sudah dimasukan ke dalam pengaman tidak boleh terlalu zig-zag dan tidak boleh friksi terhadap tebing.

Diluar dari peraturan-peraturan yang tertulis di atas, pembuat jalur tidak boleh sekalipun melupakan etika pemanjatan. Hal yang terpenting adalah tidak boleh merusak jalur yang sudah ada maupun membuat jalur di jalur yang sudah ada. Pembuat jalur harus menghormati adat-istiadat yang berlaku pada lingkungan tebing tersebut. Setelah jalur selesai, proses selanjutnya adalah pemberian grade atau tingkat kesukaran pada jalur yang telah dibuat. Ada tiga standar internasional yang biasa digunakan pada proses ini.

Banyaknya peraturan serta alat yang digunakan akan terbayar lunas ketika pembuat jalur dapat menyelesaikan apa yang ia mulai. Jangan biarkan rasa takutmu menghalangimu, takut ada untuk dilawan!!!

[Lius A. (NIM. 2017611/IMP)]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *