SENI MEMBUAT RIGGING

dok : simulasi Tim Ekspedisi Gua Karst Nusantara, Pacitan

 

Dalam dunia penelusuran gua, sudah umum bagi mereka untuk mengenal istilah Single Rope Technic (SRT). SRT merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan penelusuran pada gua – gua vertical. Istilah SRT muncul karena dalam menggunakan teknik ini kita hanya menggunakan satu jalur. Karena hanya menggunakan satu jalur, maka salah satu unsur terpenting yang perlu diperhatikan adalah pembuatan rigging dari jalur tersebut. Rigging atau tambatan, dalam pembuatannya memiliki banyak aspek yang perlu diperhatikan sebelum jalur tersebut dapat dinyatakan aman untuk dilalui. Aspek – aspek tersebut antara lain penentuan anchor dan keamanan jalur.

Aspek pertama terkait penentuan anchor, pada penentuan anchor penelusur harus memperhatikan kondisi dari tambatan utama (main) dan tambatan cadangan (backup) yang digunakan. Hal ini wajib diperhatikan karena tambatan merupakan pengaman utama bagi para penelusur gua. Dalam menentukan tambatan perlu diperhatikan jenis dari tambatan tersebut.

Tambatan ada dua jenis, yaitu tambatan alami dan tambatan buatan. Tambatan alami merupakan tambatan yang menggunakan potensi alam yang ada di sekitar mulut gua, seperti pohon atau batuan. Sedangkan tambatan buatan adalah tambatan yang dibuat oleh manusia seperti hanger atau tripod. Dalam penentuan tambatan perlu diperhatikan kekuatan dari tambatan tersebut, sehingga tidak terjadi masalah saat melakukan kegiatan pada jalur tersebut.

 

Aspek kedua adalah keamanan jalur, aspek ini ini meliputi bagaimana keamanan jalur terutama dari pengaruh kondisi alam. Salah satu yang berpengaruh terhadap keamanan jalur adalah aliran air sungai, karena sebagian besar mulut gua terletak di aliran sungai musiman sehingga saat terjadi hujan kemungkinan besar terdapat limpahan air pada sungai tersebut. Dalam pembuatan jalur perlu diperhatikan apakah kondisi jalur terbebas dari jangkauan air saat sungai mengalami peningkatan debit.

Hal diatas merupakan beberapa contoh aspek – aspek yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penelusuran gua, terutama saat melakukan penelusuran pada gua vertical.

[Husin S. (NIM. 2013574/IMP)]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *