IMPALA UB AJAK ANAK-ANAK RESIK RESEK SIPELOT

Lomba Mewarnai dan Resik Resek Sipelot menjadi salah satu agenda Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya (IMPALA UB) di akhir bulan Agustus ini. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (27/08/2017) ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan pada anak-anak.

Dengan bergelar karpet, di bawah pohon yang tumbuh rindang di tepi pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, lomba mewarnai dilaksanakan pada siang hari pukul 11.00 WIB. Siswa-siswi yang berpartisipasi membuat kelompok-kelompok kecil untuk berbagi krayon dan pensil warna yang disediakan panitia, dengan latar belakang air laut yang biru dan angin sepoi yang kadang menerbangkan ujung karpet dan kertas gambar mereka.

Peserta berjumlah 59 anak yang terdiri dari siswa TK dan Sekolah Dasar setempat nampak bersemangat sampai hasil lomba diumumkan dan dilanjutkan kegiatan bersih pantai.

“Panitia menyediakan bingkisan snack bagi peserta yang sudah selesai mewarnai. Ada doorprize bagi yang bisa mejawab pertanyaan kuis dan juga yang ikut bersih pantai. Anak-anak senang kalau dikasih hadiah,” terang Fitriyana Miftahul Dini selaku panitia kegiatan.

“Pemilihan anak-anak sebagai objek sosialisasi dikarenakan lebih mudah menanamkan doktrin-doktrin positif. Anak-anak yang polos dengan penjelasan yang menyenangkan dan mudah dipahami diharapkan langsung dapat mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Selain siswa-siswi, kegiatan ini juga melibatkan Karang Taruna desa Pujiharjo dalam kegiatan bersih pantai. Bahkan guru-guru dan orang tua yang mengantar para peseta juga ikut bergabung dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi.

“Lomba mewarnai menjadi salah satu media untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan dampaknya bagi kesehatan dan keseimbangan ekosistem,” terang Reny Hardianti yang menjadi Koordinator Lapang.

“Untuk lebih mudah dalam penanaman muatan, siswa-siswi dibuatkan kelompok kecil dengan beberapa pendamping. Jadi sambil pungut sampah, sambil dikasih tahu kenapa sampah tidak boleh dibuang sembarangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *