RESCUE GUNUN HUTAN MENGGUNAKAN TEKNIK Z-RIG

Z-Rig System adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengevakuasi korban di tebing yang vertikal maupun scrambling.

Adapun  alat yang biasa digunakan untuk melakukan Z-rig system, yaitu :

  1. Tali Semi Static
  2. Webbing
  3. Carabiner Oval Screw
  4. Carabiner Trapezium Non Screw
  5. Prusik
  6. Pulley
  7. Basic
  8. Mini traction
  9. Figure Of Eight

Kenapa harus menggunakan alat itu? Apa saja kegunaannya?

  1. Tali Semi Static

Tali dipergunakan untuk menarik korban dan rescuer dari jurang.

  1. Webbing

Webbing digunakan sebagai harness korban, pembuatan anchor, serta safety line bagi rescuer.

  1. Carabiner Oval Screw

Kegunaan alat ini untuk mengaitkan harness dengan tali. Selain itu Carabiner ini juga berperan di anchor untuk digabungkan dengan pullay maupun blocker set (carabiner oval crew, pulley, basic)

  1. Carabiner Trapezium Non Screw

Kegunaan alat ini yaitu untuk safety si korban maupun rescuer. Cara menggunakannya yaitu digabungkan dengan prusik sehingga menjadi cowstail set.

  1. Prusik

Ada 2 kegunakaan prusik ketika digunakan untuk rescue, yang pertama yaitu untuk cowstail, kedua untuk membuat Z-rig sehingga membentuk huruf Z di instalasi.

  1. Pulley

Kegunaan pulley di instalasi Z-rig untuk membantu meringankan beban ketikan menarik rescuer dan korban.

  1. Basic

Kegunaan basic yaitu sebagai blocker, dan dapat digantikan dengan mini traction.

  1. Mini Traction

Mini traction adalah blocker yang memiliki fungsi gabungan antara pulley dan basic.

  1. Figure Of Eight

Kegunaan alat ini yaitu untuk membantu rescuer melakukan hauling untuk menjemput si korban.

Bagaimana cara melakukan rescue menggunakan Z-rig sytem?

Setelah menyiapkan alat yang dibutuhkan, kemudian cari anchor untuk membuat instalasi Z-Rig, dapat menggunakan pohon maupun batu besar yang sekiranya kuat untuk menopang minimal dua tubuh.

Setelah itu pasang webbing ke anchor back up terlebih dahulu. Caranya yaitu lilitkan webbing ke pohon dan kemudian bentuk simpul pita untuk menyempurnakan kunci. Setelah itu lanjut ke pemasangan webbing ke anchor main.

Kemudian dilanjut pemasangan mini traction yang sudah dimodifikasi dengan tambahan carabiner screw ke dalam webbing anchor back up. Buka kunci mini traction terlebih dahulu guna memasukkan tali, dilanjut pemasangan pulley yang sudah ditambah carabiner screw dan dipasangkan di anchor main. Jika sudah dipasangkan keduanya ke anchor yang telah disebutkan maka langkah selanjutnya adalah memasukan tali ke anchor back up dahulu, kemudian ke anchor main.

Untuk menurunkan rescuer dapat menggunakan dua cara :

  1. Instalasi yang dipasang pada anchor back up bisa digantui dengan figure of eight untuk menurunkan rescuer menuju korban.
  2. Tali pada ujung setelah dimasukan ke anchor main bisa digunakan untuk rapelling dengan mini traction yang ada di anchor backup di kunci terlebih dahulu. Tali yang digunakan diulur sampai ke bawah menuju korban. Alat yang digunakan juga figure of eight dengan carabiner screw.

 

Selanjutnya membuat instalasi yang membentuk huruf Z. caranya setelah memasangkan tali ke kedua anchor, kemudian tali yang di anchor backup diarahkah ke anchor main dan lilitkan tali dengan modifikasi cowstail set. Untuk orang yang berperan sebagai penarik biasanya 3-5 orang tergantung kekuatan. Semakin banyak tali dibelokkan, makan penarikan korban semakin terasa ringan, akan tetapi proses naiknya cukup lambat, begitu juga sebaliknya.

[Iqbal Ramadhan Gustani (NIM. 2017610/IMP)]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *