HARIMAU JAWA SUDAH PUNAH? JEJAK KEBERADAAN HARIMAU JAWA

Rugi rasanya jika belum pernah ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Karena panoramanya yang begitu indah dan sangat cocok digunakan bagi orang yang suka berpetualang. Apa sih keunikan yang ada di TNBTS? Pertama bisa melihat keindahan sunrise yang ada di Gunung Bromo juga bisa mendaki Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, kedua kearifan lokal masyarakat Tengger yang berbeda juga istimewa, dan ketiga banyak flora dan fauna unik serta cantik.

Di kawasan TNBTS tercatat ada 1.025 jenis flora, dimana 226 diantaranya merupakan famili Orchidaceae (Anggrek), 260 tanaman obat-obatan/tanaman hias.  Sedangkan untuk fauna yang ada di TNBTS terdapat 158 jenis satwa liar yang terdiri dari 22 Mamalia, 130 jenis Aves, dan 6 Jenis Reptilia. Untuk flora dan fauna yang menjadi endemik daerah TNBTS  yakni untuk floranya ada Edelweis disebut juga dengan bunga keabadian, 3 jenis anggrek yang hanya ada di daerah semeru yakni Malaxis Purpureonevosa, Meleola  wetteana, dan Liparis rhodocila, dan juga kantong semar yang ditemukan di tebing-tebing dekat dengan kawah Gunung Semeru. Sedangkan untuk fauna endemik yang ada di kawasan TNBTS yakni babi hutan , elang jawa, macan tutul, harimau jawa, dll

Dalam pengolahan konservasi flora dan fauna di kawasan TNBTS menggunakan prinsip 3P, yakni Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan. Arti dari pengawetan itu sendiri yakni Menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di kawasan TNBTS khususnya untuk fauna sehingga tidak terjadi kepunahan. Maksud keseimbangan disini yakni satwa yang ada di TNBTS  dijaga jumlahnya tidak boleh berkurang dan tidak boleh lebih. Dalam menjaga keseimbangan fauna, pihak TNBTS sendiri melakukan monitoring satwa secara berkala, yang hanya dimonitoring yakni hewan yang memiliki ancaman kepunahan seperti macan tutul, lutung jawa, elang jawa dll.

Ketika dilakukan monitoring pihak TNBTS menemukan jejak-jejak kehidupan Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaica) yang pada 1994, WWF telah menetapkan kepunahannya. Pada tahun 1972, hanya sekitar 7 harimau jawa yang tinggal di Taman Nasional Meru Betiri dan pada tahun 1973 ditemukannya harimau jawa yang tewas ditembak oleh seorang pemburu yang tak bertanggung jawab di TNMB. Meskipun dalam semua penelitian tidak pernah menyatakan bahwa ada peradaban Harimau Jawa di TNBTS tetapi pihak TNBTS meyakini jika masih ada kehidupan harimau jawa di TNBTS. Tak ada tim khusus yang dibentuk hanya ditunjuk 2 orang untuk berangkat mencari keberadaan Harimau Jawa. Ditemukan bukti yakni:

  1. Jejak kaki berukuran 17 cm yang jika dibandingkan dengan HP masih lebih besar jejak tersebut.
  2. Lubang seperti gua sebagai tempat tinggal.
  3. Cakaran pada pohon yang menyamping, jika gatal akan mencakar pohon.

Selain monitoring, pencarian Harimau Jawa dilakukan dengan memasang kamera trap setiap jarak 1 km di hutan rimba, jalur pendakian dan juga dengan cara memberi umpan di tempat-tempat yang memiliki potensi sebagai tempat tinggal harimau jawa. Meskipun sampai saat ini belum memiliki hasil, perbandingannya 50:50. “Kami masih meyakini Harimau Jawa belum punah dan kami menolak jika Harimau Jawa dikatakan punah” tegas Mas Rudi (Pegawai TNBTS). Karena pada tahun 2007  Mas Rudi melihat  induk harimau sedang berjalan dengan 2 anak harimau di jalan yang sering dilewati oleh pendaki, sayangnya tidak ada foto yang membuktikan keberadaan harimau jawa tersebut.

Mencari bukti keberadaan Harimau Jawa secara ilmiah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan upaya dan kerjasama dari berbagai pihak untuk membuktikan keberadaan harimau jawa saat ini. Semakin banyak orang yang peduli dan berusaha menemukan jejak harimau jawa, otomatis akan semakin banyak pula bukti-bukti yang terkumpul untuk mengeluarkan harimau jawa dari daftar hewan yang telah punah,

Penulis : Nurul Komaria (Anggota Muda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *