LINGKAR KEHIDUPAN MASYARAKAT RANUPANE

Ranu Pane adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ranu Pane terletak di Desa Ranu Pane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Malang. Ranu Pane dikenal dengan obyek wisatanya yaitu Danau Ranu Pane. Di Desa inilah biasannya para pendaki bermalam sebelum melakukan pendakian di gunung Semeru. Pemandangan alam di Ranu Pane pun sangat indah dan elok. Kabut dan hawa dingin yang menyelimuti Desa Ranu Pane membawa nuansa tersendiri bagi para wisatawan.

Mayarakat Desa Ranu Pane mayoritas bermata pencaharian sebagai petani perkebunan. Segi pendidikan dalam Masyarakat Ranu Pane terbilang sangat kurang karena minimnya pengetahuan dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat Desa Ranu Pane hanya terdapat jenjang pendidikan SD dan SMP saja. Kebanyakan anak-anak Desa Ranu Pane apabila telah lulus dari SMP, orang tua mereka akan memberikan anaknya sepetak lahan tanah untuk bercocok tanam dalam segi perekonomian. Maka dari itu, tidak adanya SMA di Desa Ranu Pane karena kebanyakan anak-anak yang lulus SMP tidak melanjutkan ke SMA melainkan langsung bekerja bercocok tanam.

Desa Ranu Pane juga terkenal dengan hasil perkebunan kentang. Dimana tanaman kentang ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Kentang tersebut biasa dipasarkan ke daerah Malang. Namun konon kata kentang dari hasil Desa Ranu Pane ini sudah sampai di ekspor di luar negeri, lalu bagaimana reaksi masyarakat Ranu Pane yang mengetahui bahwa hasil kebunnya sudah sampai di ekspor diluar negeri tanpa sepengetahuannya? Karena sibuk mengejar produksi yang tinggi, kebanyakan masyarakat  Ranu Pane tidak mau mengurusi pemasaran hasil perkebunannya tersebut. Mereka lebih memilih fokus bercocok tanam daripada memikirkan ekspor ke luar negeri dan karena minimya pengetahuan pendidikan lah yang membuat mereka kalah saing .

Dari segi keindahan alamnya, Desa Ranu Pane tidak diragukan lagi. Adanya bukit hijau yang luas, tingginya pepohonan dan danau menambah panorama keasrian tersendiri bagi desa itu. Hasil  yang didapat oleh masyarakat Ranu Pane terhadap pengelolaan TNBTS itu sendiri yaitu terbagi menjadi dua :

Hasil yang didapatkan secara langsung

  • Masyarakat dapat membuka usaha sendiri dengan adanya TNBTS
  • Dapat menghasilkan uang
  • Bisa menjadi reporter bagi para wisatawan TNBTS

Hasil yang didapat secara tidak langsung

  • Adanya udara yang bersih
  • Adanya kebutuhan air yang melimpah
  • Adanya tumbuhan yang hidup dengan subur dan terjaga keasriannya

Dengan adanya TNBTS sangatlah membantu meningkatkan kondisi perekonomian bagi masyarakat Desa Ranu Pane tersendiri. Namun di sisi lain juga masih terdapat dampak positif maupun negatif dari adanya TNBTS yaitu antara lain :

Dampak positif dari adanya TNBTS

  • Dengan adanya TNBTS masyarakat Desa Ranu Pane sudah mengenal apa itu yang namaya konservasi
  • Masyarakat sudah mulai sadar akan penting nya pelestarian alam
  • Masyarakat banyak belajar akan pentingnya menanam dan membudidayakan tanaman/tumbuhan

Dampak negatif dari adanya TNBTS

  • Masyarakat yang sudah mengerti tentang TNBTS dengan seenaknya menebang pohon secara liar
  • Masyarakat tidak mau melakukan reboisasi apabila tanaman itu telah mereka rusak
  • Masyarakat dengan seenaknya membuang sampah sembarangan dikawasan TNBTS

TNBTS merupakan kawasan yang strategis bagi para wisatawan asing maupun lokal yang ingin melakukan touring, pendakian maupun konservasi. Karena dikawasan TNBTS ini sendiri terdapat banyak wisata alam yang dapat di kunjungi yaitu seperti Gunung Bromo, Coban Trisula, Danau Ranu Pane,Ranu Regulo,Danau Ranu Kumbolo dan juga Gunung Semeru . Gunung semeru merupakan gunung yang tertinggi di Pulau Jawa . Dimana gunung ini merupakan gunung dewa bagi para pecinta pendakian .

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata tersebut perlu kewaspadaan akan jalan yang di lewati. Karena, jalan menuju tempat wisata itu banyak yang rusak, lubang dan tidak rata. Akibat dari rusaknya jalan ini masyarakat sekitar TNBTS hanya menginginkan keikut turun tangan akan Pemerintah Pusat daerah untuk menurunkan anggaran demi memperbaikan jalan yang rusak pada kawasan TNBTS. Karena, bagi masyarakat sekitar perhatian dari pemerintah sangat diperlukan demi mewujudkan keindahan dan keasrian dikawasan TNBTS. Bagaimana bisa masyarakat memperbaiki jalan jika tidak ada anggaran yang masuk dalam pemasukan daerah, melainkan langsung masuk ke pemasukan pusat .

Masyarakat Ranu Pane sendiri merupakan masyarakat yang sangat menjaga betul akan daerahnya , sampai-sampai mereka tidak mau keluar dari daerahnya padahal di zaman sekarang masyarakat harus pandai-pandai bersaing agar mereka tidak mudah dipenggaruhi oleh masyarakat lain. Mereka tidak mau bersaing dengan daerah lain karena faktor SDM yang tidak memadai. Meskipun begitu keindahan alam di kawasan TNBTS tidak diragukan lagi , hasil alam yang begitu indah membuktikan bahwa ciptaan sang Maha Kuasa sungguh menakjubkan dan mempesona. Oleh karena itu, jika kalian merasa pecinta alam maka kalian wajib menjaga alam dan melestarikan keasrian lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan.

Bumi aja melindungi alam dengan sepenuh hati, masak kalian pecinta alam tidak?

Oleh : Ihfina Nur Rohmah (Anggota Muda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *