IMPALA UB MENDIRIKAN BANK SAMPAH

Pada tahun 2016, Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya (IMPALA UB) melakukan kegiatan penelitian sampah di kampus Universitas Brawijaya. Setiap harinya Universitas Brawijaya menghasilkan 2,3 ton sampah, yang terdiri dari bermacam-macam jenis mulai dari sampah organik dan sampah anorganik. Sejauh ini sampah organik telah dimanfaatkan oleh UPT Kompos sedangkan sampah non organik yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis belum dimanfaatkan.

Berlatar belakang hasil penelitian tersebut, pada tahun 2017 ini IMPALA UB akan mempelopori perubahan sistem pengelolaan sampah di Universitas Brawijaya. Sampah yang sebelumnya tercampur di penampungan sampah akan mulai dipisah dengan pengadaan bak sampah secara terpisah menurut kategori sampah, diantaranya sampah organik, sampah kertas-kayu, dan sampah plastik-logam-kaca. Sampah yang sudah terpisah berdasarkan kategori ini akan diangkut secara terpisah pula sampai ke penampungan akhir.

Selain pengadaan tong sampah, IMPALA UB juga mendirikan Bank Sampah untuk mendukung perubahan pola hidup warga kampus. Setiap harinya sampah yang dihasilkan dapat ditabung atau ditukarkan ke Bank Sampah, sehingga dapat mengurangi timbulan sampah di lingkungan kampus serta memberikan keuntungan secara ekonomis bagi nasabah Bank Sampah. Prototype Bank Sampah akan didirikan terlebih dahulu di UKM dan Cafetaria Universitas Brawijaya, selanjutnya akan dilebarkan sampai ke lingkup Fakultas-Fakultas.

Kegiatan yang bertajuk ‘Brawijaya Sadar Sampah’ ini diresmikan besok pada tanggal 19 Juni 2017 di Lobby LKM Universitas Brawijaya Lt. 1 dengan mengundang perwakilan UKM dan Cafetaria UB.

Oleh : Reny Hardianti (NIM. 2015605/IMP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *