MASAK NASI PAKAI NESTING ANTI GAGAL? BISA!

Pernah masak nasi pakai nesting dan berhasil? Alhamduillah ya.

Memasak dengan nesting memang gampang gampang susah. Kalau nggak diaduk gosong dan matang tidak merata, kalau diaduk malah jadi bubur. Jumlah logistik sudah diperhitungkan, perut lapar, apa mau dikata. Nasi gosong dan bubur pun terpaksa menemani orek telur dan oseng kangkung untuk santap di gunung.

Jangan sedih kawan, nggak selamanya nesting menyebabkan beras gagal menjadi nasi. Di IMPALA UB, teman-teman bahkan lebih makmur ketika di lapangan ketimbang di kos.

Jadi, apa yang mereka lakukan untuk membuat nasi yang enak di lapangan?

Ukuran nesting vs takaran beras dan air

Perhatikan ukuran nestingmu. Beras yang akan di masak jangan sampai melebihi sepertiga bagian nesting. Dan pastikan air yang kamu tuangkan untuk memasak nasi tidak lebih dari dua ruas jari lebih tinggi dari permukaan beras.

Nyala api

Yang sedang-sedang saja. Nyala yang terlalu besar bisa membuat nasimu gosong dan berkerak. Biasanya satu nesting ukuran empat sampai lima orang hanya memakan waktu 30 menit untuk memasak nasi dengan api sedang.

Sediakan air panas dan sendok

Tutup nesting bisa kamu letakkan dengan posisi terbuka di atas nasi yang sedang di masak. Tuangkan air di situ. Sembari nasi masak, air itu akan ikut panas dengan sendirinya. Untuk apa menyiapkan air panas? Apabila air yang kamu tuang di awal mengering namun tekstur beras masih keras, air panas itu bisa dituangkan sedikit demi sedikit. Caranya tusuk sudut-sudut nesting dengan ujung sendok hingga membentuk rongga pada beras yang di masak, lalu tuangkan air panas sedikit-demi sedikit agar air meresap sampai ke bawah dan nasi matang merata.

Jangan diaduk!

Nasi akan matang dengan sendirinya, nanti malah jadi bubur kalau diaduk-aduk.

Matikan api setelah air mengering

Setelah tekstur nasinya dirasa cukup dan air tidak lagi menggenang, matikan kompornya. Sembari menunggu lauk dan sayur masak, tutup saja nasting nasimu. Nanti teksturnya akan jadi seperti harapanmu. Percayalah.

That’s it! Jangan gosong lagi ya kawan, jangan bikin alasan untuk makan mie instan saat berkegiatan!

Oleh: Reny Hardianti (NIM. 2015605/IMP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *