ORIENTASI LANJUTAN RC I AMED 40 IMPALA UB

Rock Climbing merupakan salah satu olah raga alam bebas yang hanya dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan, teknik dan sistem tertentu. Pada umumnya jenis olahraga ini dilakukan pada tebing yang memiliki sudut kemiringan lebih dari 45o.

Olah raga ini mengutamakan kelenturan, kekuatan, daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama tim, serta keterampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati jalur pemanjatan yang ada di tebing itu sendiri dalam menambah ketinggian, dengan memanfaatkan cacatan batuan maupun celah yang terdapat di tebing serta pemanfaatan peralatan untuk mencapai puncak pemanjatan.

Sistem pemanjatan yang dilakukan pada saat Orientasi Lanjutan I di tebing Lembah Kera, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang adalah sistem Himalayan. Sistem pemanjatan Himalayan adalah pemanjatan yang dilakukan dengan cara menghubungkan start dengan pitch atau titik ahir pemanjatan.

Tim pemanjatan dibagi menjadi 3 yaitu leader, cleaner, bertugas memasang jalur panjat. Setelah leader sampai di pitch langsung memasang pengaman dan menjadi belayer untuk pemanjat selanjutnya (cleaner). Cleaner bertugas membawa tali statis untuk memasang fix rope dan membersihkan pengaman yang ada di jalur pemanjat leader. Sedangkan rescuer bertugas membawa logistik untuk konsumsi tim di pitch menggunakan fix rope.

Alat-alat yang digunakan leader dan cleaner pada saat pemanjatan :

  1. Tali Dinamis adalah tali yang digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan belayer dan pengaman pada titik tertinggi.
  2. Harness adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yang nantinya dihubungkan dengan tali dan sebagai pengait alat-alat pengaman yang lainnya.
  3. Helm adalah pengaman kepala yang melindungi kepala dari benturan dari tebing atau benda-benda yang jatuh dari atas.
  4. Sepatu panjat adalah sebagai pelindung kaki dan dapat melakat di tebing. Jenis dari sepatu panjat yang sering digunakan adalah bahan yang soft (lentur / fleksibel )
  5. Calkbag sebagai tempat magnesium yang berfungsi agar tangan tidak licin karena berkeringat sehinigga membantu pemanjatan.
  6. Selendang alat sebagai pengait alat sisip yang dibawa untuk membuat pengaman di tebing.
  7. Runner atau quickdraw adalah pengaman yang kaitkan di hanger yang sudah ada di jalur pemanjatan.
  8. CTS (carabiner trapesium screw) sebagai pengait dari alat yang lainnya.
  9. Descender adalah alat yang digunakan untuk turun dan untuk mengamankan leader pada saat membuat jalur, biasanya yang sering digunakan ialah figure of eight atau auto stop.
  10. Ascender adalah alat yang digunakan untuk naik dan secara otomatis mengunci bila terbeban, jenis yang digunakan biasanya ialah jumar.
  11. Prusik sebagai pengaman yang digunakan pada saat pemanjatan dengan tambahan CTNS (carabiner trapesium no screw).
  12. Tali statis tali yang digunakan untuk tali fixed rope yang digunakan untuk ascending dan
  13. Alat sisip untuk membuat pengaman di jalur: friend, hexentrik, hammer, piton, chock, micro chock, sky hook, pengungkit, handrill,┬ámata bor, etrier. 

    Oleh: Andi Aryananda Wahab (Anggota Muda)

    Penyunting : Reny Hardianti (NIM. 2015605/IMP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *