JALAN YANG TERJAL DAN SAVANA YANG INDAH

Gunung Butak adalah gunung yang tidak aktif lagi yang sederet dengan Gunung Panderman dan Gunung Kawi, yang jika dilihat dari Kota Malang deretan gunung ini seperti seseorang perempuan yang tidur. Maka dari itu warga Malang biasa menyebutnya Gunung Putri Tidur. Gunung Butak sendiri  terletak di perbatasan Kab. Malang dengan Kab. Blitar. Dalam pendakian menuju puncak Butak ada beberapa jalur yang bisa dilewati di antaranya jalur Panderman yaitu jalur yang paling sering dilewati, jalur Gunung Kawi, jalur Blitar Sirah Kencong dan terakhir jalur yang kami lewati yaitu jalur Princi, Dau, Kab. Malang.

Jalur Princi merupakan jalur yang cukup menantang bagi teman teman yang suka mendaki gunung walaupun jalur ini terdapat sumber air yang cukup melimpah. Jalur ini cukup menanjak mulai dari start point sampai savana. Dan juga karena jalur ini merupakan jalur yang jarang dilewati kita membutuhkan tramontina untuk membuka jalur yang kadang tertutup tumbuhan-tumbuhan berduri.  Namun banyak yang bilang jalur Princi ini merupakan jalur terdekat menuju Gunung Butak.

Jalur yang terjal tidak menghalangi kami untuk melihat kekuasaan tuhan di gunung Butak. Setelah berjam-jam melewati jalan yang terjal sampailah kami di savana yang kebanyakan pendaki mengatakan surganya gunung Butak. Savana yang tidak kalah indah dengan Oro Oro Ombonya Gunung Semeru, atau cikasurnya Argopuro, ataupun Sembalunnya Rinjani.

Savana gunung Butak terletak di bawah puncak Butak hanya sekitar setengah jam sampai paling lama satu jam jika kita ingin melakukan perjalanan menuju puncak. Biasanya para pendaki membuat basecamp pada savana ini sebelum mereka menuju puncak pada esok harinya.Savana ini merupakan savana yang cukup luas dengan sumber air yang melimpah dengan suhu 2 derajat sampai 10 derajat pada malam hari dan sekitar 15 derajat pada siang hari. Di tempat ini terdapat banyak tumbuhan tumbuhan gunung seperti Edelweiss (Anaphalis javanica), Semanggi Gunung (Marsilea crenata Presl.), Ageratina riparia,  Arbei Gunung (Rubus lineatus), Daun Rusa (Justicia gendarussa). Dan juga ketika siang hari kita bisa melihat burung burung besar seukuran dengan burung elang yang sering melintas kesana-kemari.

Merupakan savana yang indah dan asri, maka dari itu kami berharap teman-teman pendaki tetap menjaga keasrian dan kelestarian alam seperti ini. Dengan mengubur sampah organik dan membawa turun sampah anorganik serta tidak buang air sembarangan terutama pada daerah aliran air pada savana ini kami rasa teman-teman sudah ikut upaya untuk menjaga dan melestarikan area gunung Butak[Tim ORTUM GH AMED 40/Reny].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *