POTENSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI MANGROVE

Untuk para wisatawan lokal maupun asing, bagi kalian yang mempunyai hobi traveller atau menyukai kegiatan sosial ilmiah / penelitian, nah disini adalah tempat yang pas dan terjaga keaslian ekosistem alamnya dan kerifan lokal budaya masyarakat setempet. Hutan Mangrove ini secara administratif berada satu lokasi dengan Pantai Celungup yaitu berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Jarak yang ditempuh untuk menuju Hutan Mangrove yang berada di Desa Satiarjo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang. sekitar 65 km dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam 18 menit dari Malang Kota. Kondisi masyarakat yang berada di daerah Hutan Mangrove dan Pantai Celunggup itu sendiri sekarang lebih baik dan masyarakat disana sudah merasa nyaman,aman, dan bahagia. Meskipun kondisi masyarakat disana begitu sederhana tetapi meraka sangatlah bahagia karena,daerah yang mereka tempati/huni saat ini begitu asri dan bersih. Kondisi ekosistem  alam disana sangat terjaga keaslian dan kebersihannya. Masyarakat disana menegaskan barang siapapun yang meninggalkan sampah pada lokasi tersebut akan didenda Rp.100.000/per sampahnya.

Di Hutan Mangrove sendiri pada tahun 2011 dulunya merupakan hutan yang pernah punah sebagian besar ekosistemnya, karena kurang adanya kepedulian dari pihak-pihak setempat dalam merawat maupun menjaga ekosistem dari pohon mangrove itu sendiri. Pada saat masyarakat sudah merasakan dampak negatif dari punahnya ekosistem pohon mangrove ini sendiri seperti tidak nyenyaknya tidur karena panasnya lingkungan akibat dari kurangnya tumbuhan dan oksigen yang ada saat itu. Oleh sebab itu, masyarakat kembali mereboisasi dan melakukan penanaman kembali hutan dan lahan yang gundul akibat dari penebangan pohon secara liar dan oleh masyarakat itu sendiri.

Mata pencaharian masyarakat Desa Sitiarjo mayoritas adalah sebagai petani dan yang sebagai nelayan biasanya warga pesisir pantai/perantau kebanyakan bukan asli dari daerah itu sendiri. Pada tahun 2011 masyarakat Desa Satiarjo, mulai melakukan penanaman pohon Mnagrove di lahan yang begitu luas hingga saat ini sudah terlihat perubahan dan perkembangan Hutan Mangrove itu sendiri. Sekarang Hutan Mangrove yang ada berada di Desa Satiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang merupakan Hutan Mangrove yang tersbesar di Jawa Timur, dan masuk dalam sepuluh besar Hutan Mangrov paling luas dan terbaik di Indonesia. Dengan adanya perubahan seperti itu sangat berdampak positif bagi masyarakat Desa Satiarjo yaitu perekonomian masyarakat tersebut berubah derastis hingga 180 derajat. Hingga saat ini masyarakat disana sudah bekerja sama dengan perhutani dan pihak-pihak lain dalam menjaga dan memelihara ekosistem pohon Mangrove dan ekosistem lainnya yang ada saat ini, dan melarang tegas adanya pembuangan sampah sembarangan dan penebangan pohon secara liar. Apabila ada yang melakukannya meraka akan dikenakan sanksi atau hukum pidana yang berlaku. Hasil yang didapat dari wisata Hutan Mangrove dan Pantai itu sendiri akan dibagi-bagi dengan pihak-pihak lain, dan penduduk setempat hanya mendapatkan 20% bagian dari semua hasil itu. Sekarang mereka dapat merasakan tidur yang nyenyak karena daerah yang mereka tempati saat ini sudah sejuk dan dingin.

Manfaat dari tumbuhan Mnagrove yaitu sebagai habitat satwa langka, pelindung terhadap bencana alam, pengendapan lumpur, penambahan unsur hara, penambat racun, sumber alam dalam kawasan (in-situ) dan luar kawasan (ex-situ), transportasi, sumber plasma nutfah, rekreasi dan pariwisata, sarana pendidikan dan penelitian, memelihara proses-proses dan sistem alamih, penyerapan karbon, memelihara iklim mikro, mencegah berkembangnya tanah sulfat asam.

Pemanfaatan langsung dalam ekosistem mangrove di Jawa Timur mencakup perikanan, kayu, bahan pangan,pakan ternak, bahan obat, bahan baku industri, serta pariwisata dan pendidikan. Adapun penggunaan lahan disekitar ekosistem mangrove, mencakup perikanan/tambak, pertanian, serta kawasan pengembangan dan bangunan.Kegiatan antropogenik  tersebut telah menurunkan peranekologi, ekonomi dan sosial budaya ekosistem mangrove,oleh karena itu banyak dilakukan upaya restorasi.

Masyarakat di Desa Satiarjo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang sangat peduli terhadap ekosistem alam yang ada di lingkungan tersebut, disitu mereka murni merawat,menjaga,dan melestarika ekosistem alamnya bukan untuk mendapatkan upah yang lebih atau pujian seolaha-olah dari masyarakat, tetapi karena mereka sadar akan butuh perubahan itu untuk kelangsungan hidup semua masyarakat yang ada di daerah itu. Karena, apabila kita menanam banyak pohon kita bisa menyelamatkan jutaan makhluk hidup apalagi menanam jutaan pohon.

 

Oleh sebab itu, marilah kita menjaga ekosistem alam kita dan kearifan lokal budaya kita, karena peran manusia terhadap alam sangat berpengaruh dan peran alam terhadap manusiapun juga sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Jika bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi yang akan menjaga lingkungan kita ini?. Yang diperlukan adalah kesadaran diri dari masyarakat penduduk setempat untuk menjadikan ekosistem alam yang lebih baik dan lebih asri lagi.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *