POHON PERDAMAIAN PANTAI SELOK

Barringtonia asiatica atau tanaman Keben atau Pohon Perdamaian dikenal sebagai tanaman yang memiliki nilai artistik keindahan. Keben disukai karena warna kemerah-merahan yang kuat menempel pada daun, dan tetap bertahan walaupun berumur tua. Batang bisa menjadi besar, dan kayunya cukup keras dan kuat, serta daunnya berwarna hijau. Barringtonia asiatica – Keben merupakan tanaman yang berbentuk pohon dan berkayu lunak memiliki diameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4-16 meter. Keben mempunyai sistem perakaran yang banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika sedang pasang. ia juga memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging. daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di lingkungan Pantai Selok, Malang, juga berdiri tegak beberapa pohon Keben. Salah satu organisasi yang bekerja di Pantai Selok sebagai pengelola dibidang pariwisata sekitar pantai ialah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). LMDH merupakan lembaga resmi yang akan bekerjasama dengan Perum Perhutani di tingkat desa yang mengikat seluruh Kelompok Tani Hutan (KTH) yang ada di desa tersebut.

Langkah awal berdirinya lembaga LMDH itu karena masyarakat sekitar yang peduli terhadap hutan lindung tersebut, LMDH sudah berdiri sejak 10 tahun silam namun organisasi LMDH itu masih berdiri sejak 2 tahun terakhir ini. Dan sempat vakum lantaran anggota terdahulu kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman serta kurang adanya kesadaran. Masyarakat sekitar akhirnya tergerak untuk membangkitkan lembaga itu kembali.

Fungsi dari keben masih sama seperti mangrove yaitu sebagai penangkal air laut, pengikat karbondioksida. Keben adalah salah satu nama tanaman yang menjadi bahan utama dalam pengobatan mata dengan media herbal. Ekstrak buah keben di buat dalam bentuk kemasan cair (obat tetes) yang mudah pemakaiannya. Pengobatan dengan memanfaatkan buah keben ini diyakini mampu mengatasi penyakit mata seperti katarak, petrigium, glaucoma, myopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), astigmatis, dan infeksi mikroba.

Masa pertumbuhan dari keben itu sendiri sangat lambat. Ada pohon keben yang sudah berusia ratusan tahun, pohon keben itu sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Pihak LMDH, Pak Parmin, pernah menanam sekitar satu tahun yang lalu akan tetapi tinggi dari pohon itu sendiri hanya beberapa meter saja. Pohon keben di Pantai Banyu Meneng sudah berusia ratusan tahun.

Untuk nutrisi dari tanaman keben juga hanya pupuk saja dan unsur hara yang ada disana dapat memicu pertumbuhan dari pohon keben itu sendiri. Pohon keben tidak bisa hidup di sembarang tempat, meskipun bisa pertumbuhannya tidak akan sebagus di pesisir pantai. Pohon keben bisa hidup di genangan air menurut penjelasan Pak Parmin, pihak LMDH, pohon keben memang dapat hidup disetengah air dan habitatnya ada di air disekitar pantai dan laut. Namun untuk perbedaan  dan penghambat dalam pertumbuhan keben belum dijelaskan karena Pak Parmin belum cukup lama bekerja di LMDH. Akan tetapi, beliau menjelaskan bahwa pihak LMDH berkomitmen untuk menjaga dan melindungi kelestarian tanaman keben yang masih tersisa.

Tujuan dari wisata ini sendiri adalah wisata edukasi. Diperbolehkan untuk memanfaatkan asalkan tidak mengurangi fungsi ekologi.

Warga sekitar membantu dalam menjaga ekosistem yang ada di pantai itu, misalnya kayu yang ada di pantai itu. Kayu yang ada di sekitar sana dibiarkan saja oleh warga karena mereka tidak ingin merusak alam. Hal itu juga mencegah adanya keinginan dari warga sekitar untuk menebang pohon yang masih hidup. LMDH bekerjasama dengan pihak perhutani, aspinal dan instansi terkait. Disini Pak Parmin bekerja sebagai pembimbing LMDH. Pantai edukasi masih menjadi rencana dari LMDH. Hal ini dilakukan untuk memberdayakan ekologi yang ada disana. Untuk media promosi dari pantai itu hanya dari pengunjung saja tidak ada media promosi khusus yang dilakukan oleh pihak pengelola itu dilakukan untuk menghindari rasa kekecewaaan dari pengunjung yang merasa tidak sesuai demgan ekspetasi dari para pengunjung, dan itu bisa berdampak pada jumlah kunjungan ke Pantai Selok.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *